Senin, 19 Agustus 2013

Giardia Lamblia / Giardia intestinal Lamblia intestinal ( Lambl 1859)



Protozoa ini pertama kali dilihat oleh Leeuwenhoek waktu memeriksa tinjanya sendiri tahun 1681, yang terlihat sebagai organisme yang bergerak.

tropozoit
kista
    
    
Penyebaran
            Parasit ini tersebar luas secara kosmopolit, dan lebih sering ditemukan di daerah tropik dan subtropik dan prevalensinya  tinggi pada anak-anak.

Habitat
            Protozoa ini berhabitat di usus halus, kadang-kadang di saluran empedubahkan ada juga di kandung empedu.

Hospes dan Penyakit
Hospes pada penyakit ini adalah manusia dan hospes reserviornya adalah tikus, penyakit ini ditimbulkan oleh parasit ini disebut Giardiasis atau Lambliasis.

Morfologi dan Siklus Hidup
            Protozoa ini mempunyai dua stadium, yaitu stadium tropozoit dan stadium kista.

Stadium Tropozoit
            Bentuknya bilateral simetris, seperti raket badminton yang bagian anteriornya membulat dan bagian posteriornya runcing. Permukaan dorsalnya cembung (convex dan bagian ventralnya concav (cekung)) dengan batil isap seperti caktram, yang menempati setengah badan parasit.
            Ukurannya : panjang 14 mikron, lebar 7 mikron dan mempunyai sepasang inti terletak di bagian anterior yang berbentukoval. Mempunyai 4 pasang flagell yang berasal dari 4 pasang bleparoplas. Sepasang axostyl  yang berasal dari 2 bleparoplas.

Stadium Kista
             Kista berbentuk oval ukuranya : panjang 12 mikron dan lebar 7 mikron, mempunyai 2 dinding yang tipis dan kuat. Sitoplasmanya berbutir halus dan letaknya terpisah dari dinding kista. Kista yang muda mempunyai dua inti, sedangkan kista matang memiliki 4 inti yang terlatak pada satu kutub. Waktu pembentukan kista, flagel dari atrofozoit di tarik kedalam aksonema, sehingga merupakan 4 pasang benda sabit sabagai sisa dari flagel.

Diagnosis
             Ditegakkan dengan menemukan stadium tropozoit dalam tinja cair dan cairan duodenum dan stadium kista pada tinja padat.

KELAS MASTIGOPHORA/ FLAGELLATA

Parasit pada kelas ini merupakan Protozoa yang mempunyai satu flagell ato lebih loo J yang berfungsi untuk bergerak. Parasit ini dibagi menjadi dua golongan berdasarkan habitatnya loo J, yaitu :
1.      Flagellata intestinal, oral, dan genital yang menginfeksi saluran pencernaan, rongga mulut dan   tractus urogenital. Dari golongan ini Parasit yang patogan ada dua spesies aja J, yaitu :
a.     Giardia lamblia
b.     Trichomonas vaginalis
2.      Flagellata darah dan jaringan , yang menginfeksi sistem vasculer dan bermacam jaringan di dalam tubuh.
Dari golongan ini Parasit yang patogen terdapat dua genus, yaitu :
A.    Genus Leishmania yang terdiri dari :
a.     L. donovani
b.     L. Tropica
c.     L. Brasiliensis
B.      Genus Trypanosoma, yang terdiri dari :
a.     T. Rhodesiense
b.     T. Gambiense
c.     T. Cruzi

A.   Flagellata Intestinal, oral dan genital
Flagellata Intestinal, oral dan genital terdiri dari beberapa genus, yaitu :
-          Genus Giardia yang terdiri dari spesies G. Lamblia yang berhabitat di usus halus.
-          Genus Chilomastix, yaitu spesies  C. Mesnili yang berhabitat di caecum.
-          Trichomonas yang terdiri dari beberapa spesies, yaitu :
1.      T. hominis yang berhabitat di daerah iliocaecal.
2.      T. tenax yang berhabitat di mulut, terutama di sela-sela gigi.
3.      T.  vaginalis yang berhabitat di vagina, uretra dan prostat.
-          Genus yang jarang ditemui antara lain :
Genus Enteromonas yaitu spesies E. Hominis yang berhabitat di usus besar.
Genus Embadomonas yaitu spesies E. Intestinalis yang berhabitat di usus besar.
Morfologi dan Karakter Umum Flagellata
            Hampir semua golongan Flagellata mempunyai stadium trofozoit dan stadium kista, kecuali genus Trichomonas, yang hanya memiliki stadium tropozoit. Stadium tropozoit mempunyai flagella yang keluar dari bleparoplas. Juga terdapat membran bergelombang yang mempunyai dasar costa.  Kadang-kadang ada struktur yang tampak sebagai garis dari anterior ke posterior yang di sebut axostyl. Ada beberapa flagella yang mempunyai sisitostoma.  Cara berkembang biak dari protozoa ini secara aseksual dengan belah pasang longitudinal.






kingdom animalia

Kingdom animalia adalah salah satu kingdom yang memiliki anggota yang paling banyak dan bervariasi. Secara garis besar kingdom animalia dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu golongan vertebrata (hewan bertulang belakang) dan golongan invertebrata (hewan tak bertulang belakang. Dan berikut akan dijelaskan mengenai ciri-ciri, struktur lapisan tubuh, dan klasifikasi dari kingdom animalia.





peta konsep, kingdom animalia

Peta konsep kingdom animalia
(klik gambar untuk memperbesar)

A. Ciri-ciri Kingdom Animalia

Anggota kingdom animalia memiliki ciri-ciri yang yang membedakannya dengan kingdom-kingdom lain, seperti:
Hewan merupakan organisme eukariotik multiseluler.
Bersifat heterotrofik, berbeda dengan tumbuhan yang bisa memproduksi makanan sendiri lewat fotosintesis (autotrof), hewan tidak bisa memproduksi makanan sendiri sehingga akan memakan bahan organik yang sudah jadi.
Tidak memiliki dinding sel, komponen terbesar sel hewan tersusun atas protein struktural kolagen.
Memiliki jaringan saraf dan jaringan otot sehingga bisa aktif bergerak (bersifat motil).
Sebagian besar bereproduksi secara seksual.
Siklus hidup didominasi oleh bentuk diploid (2n).
B. Struktur Tubuh Animalia

Dalam klasifikasi kingdom animalia, paling tidak ada dua ciri yang membedakan struktur tubuh suatu hewan. Dua ciri tersebut antara lain berdasarkan simetri tubuh dan lapisan tubuh.


1. Simetri tubuh


Berdasarkan simetri tubuhnya, hewan dapat dibedakan menjadi hewan yang memiliki simetri tubuh bilateral dan hewan yang memiliki simetri tubuh radial.
Simetri Bilateral, adalah hewan yang bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan bagian lainnya. Jika diambil garis memotong dari depan ke belakang, maka akan terlihat bagian tubuh tubuh yang sama antara kiri dan kanan. Hewan yang bersimetri bilateral selain memiliki sisi puncak (oral) dan sisi dasar (aboral), juga memiliki sisi atas (dorsal) dan sisi bawah (ventral), sisi kepala (anterior) dan sisi ekor (posterior), serta sisi samping (lateral).
Simetri Radial, adalah hewan yang memiliki lapisan tubuh melingkar (bulat). Hewan dengan simetri radial hanya memiliki dua bagian, yaitu bagian puncak (oral) dan bagian dasar (aboral). Hewan yang bersimetri radial disebut sebagai radiata, hewan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain porifera, cnidaria, dan echinodermata.
simetri radial, bilateral



2. Lapisan Tubuh


Dalam perkembangannya menjadi individu dewasa, hewan akan membentuk lapisan tubuh. Berdasarkan jumlah lapisan tubuhnya, hawan dikelompokkan menjadi diploblastik dan tripoblastik.
Hewan Diploblastik, adalah hewan yang memiliki dua lapis sel tubuh. Lapisan terluar disebut dengan ektoderma, sedangkan lapisan dalam disebut dengan endoderma. Contoh dari hewan diploblastik adalah cnidaria.
Hewan Triploblastik, adalah hewan yang memiliki tiga lapis sel tubuh. Lapisan terluar disebut eksoderma, lapisan tengah disebut mesoderma, dan lapisan dalam disebut endoderma. Ektoderma akan berkembang menjadi epidermis dan sistem saraf, mesoderma akan berkembang menjadi kelenjar pencernaan dan usus, sedangkan endoderma akan berkembang menjadi jaringan otot.

3. Rongga Tubuh (selom)


Hewan triploblastik masih dapat diklasifikasikan lagi berdasarkan rongga tubuh (selom) yang dimilikinya. Rongga tubuh pada hewan sendiri dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu aselomata, pseudoselomata, dan selomata.

Aselomata, adalah hewan bertubuh padat yang tidak memiliki rongga antara usus dengan tubuh terluar. Hewan yang termasuk aselomata adalah cacing pipih (Platyhelmintes).
Pseudoselomata, adalah hewan yang memiliki rongga dalam saluran tubuh (pseudoselom). Rongga tersebut berisi cairan yang memisahkan alat pencernaan dan dinding tubuh terluar. Rongga tersebut tidak dibatasi jaringan yang berasal dari mesoderma. Hewan yang termasuk pseudoselomata adalah Rotifera dan Nematoda.
Selomata, adalah hewan berongga tubuh yang berisi cairan dan mempunyai batas yang berasal dari jaringan mesoderma. Lapisan dalam dan luar dari jaringan hewan ini mengelilingi rongga dan menghubungkan dorsal dengan ventral membentuk mesenteron. Mesenteron berfungsi sebagai penggantung organ dalam. Selomata sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu protoselomata dan deutroselomata. Contoh hewan yang termasuk protoselomata antara lain Mollusca, Annelida, dan Arthropoda. Sedangkan hewan yang termasuk dalam deutroselomata antara lain Echinodermata dan Chordata.
C. Klasifikasi Kingdom Animalia

Anggota kingdom animalia diklasifikasikan menjadi sembilan filum, antara lain:

1. Porifera (hewan berpori).
2. Cnidaria (hewan berongga).
3. Platyhelmintes (cacing pipih).
4. Nemathelmintes (cacing gilig).
5. Annelida (cacing bersegmen).
6. Mollusca (hewan bertubuh lunak).
7. Arthropoda (hewan berbuku).
8. Echinodhermata (hewan berkulit duri).
9. Chordata (hewan bertulang).

Kesembilan filum anggota kingdom animalia ini insyaallah akan dibahas lebih rinci lagi di postingan-postingan selanjutnya agar tidak terlalu panjang.

nomenklatur

Indonesian to Indonesian
noun
1. penamaan yg dipakai dl bidang atau ilmu tertentu; tata nama;
source: kbbi3
2. pembentukan (sering kali atas dasar kesepakatan internasional) tata susunan dan aturan pemberian nama objek studi bagi cabang ilmu pengetahuan

source: kbbi3